Dari Sopir Pribadi Hingga Ketua DPR RI, Ini Kisah Setya Novanto

Nama Setya Novanto (Setnov), Ketua DPR RI terakhir ramai jadi gunjingan paska dianya dilaporkan oleh Menteri Daya serta Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Di balik berkibarnya karir politiknya, nyatanya perjalanan hidupnya penuh warna. Ia sempat jadi sopir pribadi karibnya di Jakarta, tersebut catatannya.

Setnov, lahir di Bandung, Jawa Barat tanggal 12 November 1955 tidaklah politisi tempo hari sore. Debutnya di panggung politik nasional telah diawali mulai sejak orde baru berkuasa, sosoknya di kenal simak, supel serta ligat dalam pergulatan politik. Saat Golkar tengah tersungkur di th. 1999, dianya tetaplah dapat menjinakkan konstituen sampai dipilih jadi anggota DPR RI.

Karir politiknya selalu melaju, hingga dengan berturut- ikut, nama Setnov tetaplah bertengger di Senayan. Terdaftar, ia duduk jadi wakil rakyat mulai periode 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014 serta 2014-2019. Kepiawaiannya bernegoisasi di internal partai, pada akhirnya membawa hasil. Th. lantas, dianya diputuskan jadi Ketua DPR RI. Satu jabatan yang prestisius untuk ukuran seseorang bekas sopir pribadi.

Menyandang predikat jadi orang nomor satu di Senayan, ditambah jabatannya Setya Novanto di Partai Golkar sebagai Bendahara Umum, tidak pelak, sepak terjang Setnov jadi begitu leluasa. Ruangan geraknya terbentang luas, praktis, tidak ada tembok tidak tipis yang dapat menghalangi. Seperti ditulis tempo. co, sebelumnya tersandung masalah pencatutan nama Presiden Joko Widodo serta Wakil presiden Juiceuf Kalla, ia disangka ikut serta sebagian perkara besar di tanah air.

Nama Setnov jadi bahan pembicaraan umum waktu terlilit masalah Bank Bali, dimana PT Masa Giat Sempurna yang berkongsi dengan Djoko S Tjandra sebagai yang memiliki Mulia Group, jadi tukang tagih cessie Bank Bali di empat bank yang telah dilikuidasi penguasa. Pitutang sebesar Rp 904 miliar, berhasil dicairkan. Konon, dianya mengantongi fee cukup besar, lebih dari separo uang tagihan.

Setya Novanto makin seringkali dimaksud di sebagian masalah korupsi seperti suap biaya Minggu Berolahraga nasional di Riau, permainan tender ktp elektronik sampai sangkaan suap pada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar yang saat ini ada di bui. Diluar kasus- masalah itu, pertemuannya dengan Donald Trump di Amerika Serikat juga memetik kecaman. Tetapi, perlahan-lahan semua mereda.

Sopir Pribadi Hayono Isman

Selesai lulus dari SMA 9 Jakarta (dahulu SMA 70 Bulungan), th. 1973 Setnov merantau ke Surabaya, Jawa Timur. Terkecuali kuliah di Fakultas Ekonomi Kampus Katolik Widya Mandala Surabaya, ia bekerja di beberapa tempat. Salah satunya di PT Cahaya Mas Galaxy jadi staf penjualan serta di satu dealer mobil.

Sesudah mengantongi titel sarjana muda, Setnov geser kerja ke PT Aninda Cipta Perdana punya partnernya sesama SMA, yaitu Hayono Isman (saat ini politisi Partai Demokrat). Di perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik ini, dianya dibebani tanggung jawab mengerjakan pemasaran lokasi Surabaya dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Biasanya wira wiri ke NTT, membuatnya begitu di kenal oleh orang-orang setempat, hingga waktu Pemilu Legislatif, dia 3x mewakili daerah itu.

Terasa karirnya di Surabaya agak mentok, th. 1979, Setnov kembali pada Jakarta untuk kuliah di Kampus Trisakti. Meski demikian, pekerjaannya di perusahaan penyalur pupuk tidak dilepasnya. Berkaitan hal tersebut, ia menumpang tidur dirumah Hayono Isman di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Dirumah sahabatnya, dianya mempunyai profesi penambahan jadi sopir pribadi.

Statusnya jadi sopir pribadi ini, dibenarkan oleh Hayono Isman yang terkecuali adalah karibnya semasa SMA, juga jadi majikannya saat ada di Jakarta. Untuk cost kuliah di Kampus Trisakti, Setnov bekerja serabutan. Mulai membersihkan mobil, buka layanan photo copy sampai jadi pengemudi. “ Setya type pekerja keras serta gigih, ” kata Hayono.

Karna lihat keuletan sahabatnya, Hayono sempat berkongsi dengan Setnov untuk membangun perusahaan distributor semen. Sayang, cuma berumur 2 th. perusahaan itu berhenti karna kalah berkompetisi. Meskipun demikian, Setnov tidak patah arang, ia selalu berusaha melakukan bisnis. Jatuh bangun serta lika liku perdagangan sudah ia lewati.

Nasip baik Setnov mulai tampak waktu ia diakui mertuanya untuk mengelola satu SPBU di lokasi Cikokol, Tangerang. Sejak menikah dengan putri Brigadir Jendral Sudharsono yang bekas Waka Polda Jawa Barat, jalan menuju berhasil kelihatannya makin terbentang. Bisnisnya tampak selalu berkembang, apa sekali lagi saat dianya mengetahui tokoh- tokoh perlu di ibu kota. Kelihatannya, kesuksesan tinggal menanti saat saja.

Sampai Setnov merampungkan pembangunan project Nagoya Plaza di Batam, ia mempunyai perasaan kalau pulau ini dapat diperkembang jadi tempat wisata. Celakanya, lahan- tempat strategis nyatanya sudah dikuasai beberapa konglomerat seperti Ciputra, Liem Sioe Liong sampai Sudwikatmono. Dianya berpikir keras, dari tiga sosok itu, mesti ada yang dapat didekatinya. Pilihannya ada pada diri Sudwikatmono.

Pilihannya mendekati Sudwikatmono yang sepupu Presiden Soeharto memanglah pas, namun bukanlah satu perkerjaan yang gampang. Supaya dapat berjumpa, Setnov berhari- hari menanti sang konglomerat di lapangan parkir. Ia umum menunggu mulai sejak pk 06. 00 sampai pk 22. 00. Meski awalannya Sudwikatmono menampiknya, tetapi karena keuletannya berdiplomasi, pada akhirnya Setnov di beri peluang kerjakan project di Batam.

Project perdana yang dikerjakan Setnov dengan Sudwikatmono yaitu padang golf kelas internasional yang luasnya menjangkau 400 hektare dengan investasi sebesar US$ 100 juta. Selesai menyelesaikan pekerjaan yang dinamakan Talvas Resort Islan Batam itu, selanjutnya beragam gawean beda selekasnya susul menyusul. Semua tetaplah memakai dampak Sudwikatmono. Di zaman itu, siapa sich yg tidak mengetahui Sudwikatmono?

Kedekatan Setnov dengan Sudwikatmono, pada akhirnya buat dianya dapat masuk lingkungan Cendana. Pintu Cendana makin terbuka lebar saat ia menulis buku tentang Soeharto. Sejak itu, praktis Setnov sering ada di acara makan- makan anak- anak Presiden ke 2 itu. Mengetahui keluarga Cendana, yaitu satu barokah sendiri. Sebab, tidak kebanyakan orang mampu mengerjakannya.

Karna keluarga Cendana juga, karir politik Setnov mulai berkibar. Walau ia terdaftar jadi anggota Kosgoro mulai sejak th. 1974, tetapi rekam jejak politiknya tampak berkibar saat orde baru rubuh, persisnya di th. 1999. Dianya berhasil dipilih jadi anggota DPR RI lewat Partai Golkar. Lengkaplah kehidupannya, usaha lancar, politik juga berkibar.

Duduk jadi wakil rakyat di Senayan, rupanya buat Setnov ketagihan. Di tiap-tiap Pemilu Legislatif selanjutnya, namanya senantiasa lolos jadi DPR. Hal tersebut dapat dimaklumi, bersamaan dengan semakin pesatnya usaha yang dia tekuni, jadi pihak DPP Partai Golkar juga meliriknya sampai ia ditunjuk jadi Bendahara. Tempat tersebut yang mengantarnya ke jabatan Ketua DPR RI.

Tersebut sedikit deskripsi perjalanan usaha serta politik yang dijalani Setnov, ia sudah lewat seleksi alam yang kejam. Dalam usaha ingin juga politik, hampir sering diwarnai intrik- intrik yang semua dihalalkan. Apabila saat ini dianya sudah termakan intrik kerjasama usaha dan politik, dapatkah dia berkelit dari tubir jurang politik? Kita tunggulah perubahannya, sebab, sampai kini Setnov di kenal simak. Sebagian gosip yang menerpanya, dapat dibuktikan dapat dikerjakan dengan “adat”. (*)

4 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *