Harga Kubah Masjid Tertua Di Pulau Dewata Bali

Harga Kubah Masjid Tertua Di Pulau Dewata Bali

Harga Kubah Masjid Tertua Di Pulau Dewata Bali

 

Jika membahas tentang Bali, pasti yang pertama kali terlintas di benak kita adalah Pulau Dewata yang penuh dengan pesona keindahan dan menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.  Hal tersebut tentunya merupakan hal yang wajar melihat fakta bahwa keindahan Pulau Bali memang sudah dikenal secara luas hingga ke luar negeri. Namun pernahkan anda berfikir bahwa di pulau yang mayoritas dihuni oleh penduduk yang beragama Hindu tersebut sudah berdiri sebuah masjid dengan harga kubah masjid terjangkau yang usianya sudah sangat tua, atau bahkan sudah berumur ratusan tahun?

Masjid tersebut ternyata ada dan masih berdiri kokoh sampai sekarang. Nama dari masjid tersebut adalah masjid Nurul Huda. Masjid ini tepatnya berlokasi di Kampung Muslim Gelgel, Klungung, Bali. Masjid ini berdiri kokoh dan megah di tengah-tenagh perkampungan Muslim Gelgel yang berpenduduk sekitar 280 keluarga. Masjid ini juga merupakan masjid yang selalu ramai dikunjungi oleh jama’ah karena memang lokasinya yang berada pada kawasan yang sangat strategis yaitu berada di pertigaan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Jika anda sedang berada di Bali dan ingin mampir berkunjung ke bangunan masjid Nurul Huda ini maka anda tidak perlu khawatir akan tersesat. Hal tersebut karena selain lokasinya mudah diakses dari berbagai lokasi seperti dari daerah Jimbaran, Tuban, Kuta, ataupun Denpasar, anda juga bisa mengenali masjid ini karena terdapat tanda nama serta di pelataran halaman masjid terdapat sebuah menara tua yang tegak berdiri dan menjulang setinggi 17 meter. Dari kejauhan juga akan terlihat kubahnya yang memiliki harga kubah masjid murah pada masanya.

Menurut penuturan ketua Takmir masjid Nurul Huda, masjid ini dibangun pada akhir abad ke-13 ketika Bali dikuasai oleh Raja Kerajaan Gelgel yang bernama Ketut Dalem Klesir. Setelah menghadiri pertemuan raja-raja nusantara yang digelar di Kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-13, konon katanya Raja Gelgel kembali ke Bali dengan dikawal oleh 40 prajurit dari Kerajaan Majapahit yang sebagian ternyata sudah memeluk agama Islam. Setelah tiba di Klungkung kemudian sebagian prajurit pengawal dari Majapahit yang beragama Islam tersebut menetap di Gelgel dan selanjutnya menyebarkan agama Islam tanpa adanya paksaan dan tentunya sudah atas seizin Raja Gelgel.

Keberadaan Masjid Nurul Huda ini menjadi bukti bahwa meskipun Pulau Bali mayoritas dihuni oleh penduduk beragama Hindu, tapi sebenarnya agama Islam sudah lama hadir dan berkembang di pulau ini. Selain itu bangunan masjid Nurul Huda juga sampai sekarang masih terus dirawat, dijaga dan digunakan dengan baik untuk kepentingan keagamaan dan juga untuk tempat peribadatan umat muslim di Bali. Bahkan tidak jarang juga para wisatawan yang berkunjung ke Bali kemudian mengunjungi dan melakukan sholat di masjid yang disebut sebagai masjid pertama dan tertua di Pulau Dewata ini. Selanjutnya : harga kubah masjid terkini.

2 weeks ago