Masjid Warsawa hanya di ibukota Polandia

Masjid Warsawa hanya di ibukota Polandia – Polandia, sekarang ini itu benar-benar berpindah. Termasuk kebijakan umum yang berkaitan dengan kebebasan beragama hidup. Muslim di kota Warsawa sekarang ini memiliki satu masjid dan pusat Islam walaupun ukurannya yang relatif kecil dan ianya kurang untuk menaruh Muslim Kongregasi berkembang di Warsawa hari perlihatkan tren yang berkembang. Masjid Warsawa, yakni Masjid hanya di ibukota Polandia ini. Syiar objek di sisa Komunis mengatakan bila.

Warszawa Warsawa dibaca oleh umum lidah orang Indonesia, sebentar pengucapan yang benar menurut Polandia berbunyi ‘Varsyav’ yakni kota ibukota Polandia yang telah dihancurkan pada selama perang dunia ke-2 rekonstruksi kota tua demikian bangga dengan sebagian orang yang telah berhasil mengeruk keuntungan dalam pariwisata.

Sebentar Muslim tinggal di Polandia berkembang — walaupun sebagian ribu mahasiswa datang dan kembali ke tempat mereka semasing, mereka mulai di sana, peregangan kesibukan Islam yang setelah itu menyebabkan ‘Muslim’ Liga di masing-masing kota jadi wadah komune mereka. Masjid Warszawa yang keluar dalam gambar ada di dekat pusat kota, Wilanów Warszawa Wiertnicza 103, sekarang ini satu di antara beberapa rumah melaksanakan ibadah ‘muzułmanom’ Muslim gratis masjid dan resmi dan aktif di Polandia, dengan pusat Islam.

Ide pembangunan Masjid baru di Warsawa

Pembangunan pusat Islam yang baru di Warsawa diterima dengan baik oleh orang Muslim dari kota Warsawa. Pembangunan satu masjid yang ke-2 sudah dimulai pada th. 2009. Merujuk pada pesawat ukuran konstruksi baru Masjid 3x makin besar daripada Masjid sekarang ini berdiri. Tetapi tidak seperti masjid pertama di buat dengan dana dari Jemaat Muslim lokal murni, masjid ini baru akan di Danai oleh sponsor di luar Polandia.

Fakta bila perubahan ini dibiayai oleh Arab Saudi menuai masalah politik di Polandia. Rangkaian protes Akti menolak pembangunan Masjid diperpanjang di kota Warsawa karna beberapa alasan termasuk takut Islamisasi di negara, pertanyaan tentang terorisme dll, bahkan naik ke sisi ras. Seorang sosiolog dari Polandia Academy of Sciences disebut Zbigniew Mikolejko, bahkan Menagatakan yang pembangunan Masjid baru seperti bom waktu yang bisa meledak setiap saat, dan akan mengakibatkan konflik setiap saat di hari depan. Walaupun semua protes sedikit dingin oleh Komisi hak asasi manusia Uni Eropa.

Kontraktor Kubah Masjid ke-2 untuk Muslim bila Warsawa harus telah selesai pada th. 1991, hasil design arsitek Polandia, sayangku, ada di luar proyek pembangunan masjid, sampai Desember 2006, negara-negara Arab yang menjanjikan untuk jadi sampai sponsor tidak pernah peroleh dana yang diperlukan.

4 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *