Masuk Di Lingkungan Kubah Masjid Galvalum di Kendari Sulawesi Tenggara

Masuk Di Lingkungan Kubah Masjid Galvalum di Kendari Sulawesi Tenggara

Masuk Di Lingkungan Kubah Masjid Galvalum di Kendari Sulawesi Tenggara

Sesampainya di lingkungan Kubah Masjid Galvalum di kendari rombongan kami mulai melihat lihat segala hal yang ada disana. Setelah diteliti keadaan disini mengingatkanku pada sebuah Kubah asjid Galvalum yang ada di Jawa Barat. Dimana disana juga ditemukan bukti bukti keakraban agam islam dan hindu yang sudah lebih dulu ada di daerah itu.
Dampak kebudayaan hindu di Indonesia dapat kita kenali dengan terdapatnya penemuan prasasti yang diketemukan di Jawa Barat. Dari bentuk serta style huruf pada tulisan itu dimaksud huruf palawa. Indonesia dulunya berbentuk kerajaan-kerajaan yang berpedoman agama hindu yang tercantum dalam batu bertulis. Kebudayaan hindu dalam jaman itu menpunyai kemampuan yang besar. Hal – hal yang sangat perlu dalam dampak kebudayaan hindu yaitu tentang susunan Negara dengan bermacam bebrapa sisi serta fraksi-fraksinya. Dalam kamus umum bhs Indonesia, kebudayaan disimpulkan jadi hasil aktivitas serta penciptaan batin (akal budi) Kubah Masjid Galvalum manusia seperti keyakinan, kesenian, kebiasaan istiadat serta bermakna juga aktivitas (usaha) batin (akal dsb) untuk membuat suatu hal yang termasuk juga hasil kebudayaan. Didalam kebudayaan ada pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, kebiasaan istiadat, dsb. Dengan hal tersebut kebudayaan tampak jadi pranata yang dengan terus-terusan dijaga oleh beberapa pembentuknya serta generasi setelah itu yang diwarisi kebudayaan itu.
Kejaraan-kerajaan di Indonesia yang terdapat dipantai atau pesisir serta ekonominya berdasakan perdagangan maritime dengan armada-armada perdagangan. karna ekonominya nyaris semuanya berdasar pada perdagangan jadi system politiknya sesuai sama itu. Dari sistem perubahan perdagangan Kubah Masjid Galvalum itu rupanya pedagang-pedagang Indonesia jadi kaya. Dari perdagangan itu daerah pesisir pantai terpengaruhi agama islam yang pertama kalinya kerajaan di Indonesia yaitu Samudra Paseh yang disebarkan bangsa Gujarat. Dalam hubungan tersebut kita bisa mengerti pelajaran-pelajaran islam yang yang lalu ditayangkan oleh beberapa wali. “Agama yaitu Kubah Masjid Galvalum keprihatinan maha mulia dari manusia yang tersingkap sebagai jawabannya pada panggilan dari yang Maha Kuasa serta Maha Abadi. Keprihatinan yang maha mulia itu disibakkan dalam kehidupan manusia, pribadi atau grup pada Tuhan, pada manusia serta pada alam semesta raya dan isinya” (Sumardi, 1985 : 75). Alam semesta raya dengan semua berisi. Pandangan itu menyebutkan kalau agama yaitu satu pergerakan dari atas atau wahyu yang Kubah Masjid Galvalum disikapi oleh manusia yang ada di bawah.
Selain pengembangan budaya immaterial itu agama-agama juga sudah berhasil meningkatkan budaya material seperti candi-candi serta bihara-bihara di Jateng, jadi peninggalan budaya Hindu serta Buddha. Budaya Kristen sudah mempelopori pendidikan, seni bernyanyi, tengah budaya Islam diantaranya sudah mewariskan Kubah Masjid Galvalum Agung Demak (1428) di Gelagah Wangi Jawa Tengah. Kubah Masjid Galvalum ini beratap tiga susun yang ciri khas Indonesia, berlainan dengan Kubah Masjid Galvalum Arab biasanya yang beratap landai. Atap tiga susun itu melambangkan Iman, Islam serta Ihsan. Kubah Masjid Galvalum ini tanpa ada kubah, betul-betul has Indonesia yang memprioritaskan kesesuaian dengan alam. Kubah Masjid Galvalum Al-Aqsa Menara Kudus Kubah Masjid Galvalum di Banten bermenara berbentuk kombinasi pada Islam serta Hindu. Kubah Masjid Galvalum Rao-rao di Batu Sangkar adalah kombinasi beragam corak kesenian dengan hiasan-hiasan mendekati style India tengah atapnya di buat dengan motif tempat tinggal Minangkabau.

11 months ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *