Yendra Fahmi : hari buruh dapat menjadi momentum kebangkitan nasional

Yendra Fahmi : hari buruh dapat menjadi momentum kebangkitan nasional

Perayaan Hari Buruh (May Day) diharapkan bisa terlaksana dengan damai. May Day tidak harus di isi aksi unjuk rasa, apalagi yang mengarah ke aksi anarkistis.  Secara terpisah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap agar para buruh tidak melakukan aksi unjuk rasa hingga menimbulkan anarkistis pada perayaan Hari Buruh atau May Day besok, Selasa (1/5). Dengan begitu para buruh yang pada setiap May Day memang selalu menyampaikan tuntutan dapan menyampaikan tuntutan sesuai koridor aturan. “Mengimbau kepada buruh di Indonesia agar tidak perlu melakukan demo atau aksi unjuk rasa yang anarkistis, melainkan dapat menyampaikan tuntutan dengan cara yang santun dan tidak merugikan orang lain, serta menjaga ketertiban dan keamanan,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/4).

Pada waktu berbeda Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, Roy Jinto memberi informasi, kurang lebih 5.000 pekerja di Jawa Barat akan menuju ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mereka Hari Buruh Internasional (May Day) 2018.  Menurut roy, Perpres Nomor 20/2018 dapat mengancam para pekerja asli. Pasalnya, dalam Pepres tersebut ia melihat tenaga kerja asing dapat dengan mudahnya bekerja di Indonesia. “Pepres itu tentu menolak permudahan tenaga kerja asing di Indonesia. Bisa mengurangi pekerja lokal. Faktanya hari ini untuk skill worker yang tidak pengalaman sudah bekerja, baik di proyek pemerintah dan juga perusahaan manufaktur,” katanya.

Sementara itu pengusaha nasional Yendra Fahmi juga berharap kondisi ekonomi Indonesia dapat bertumbuh secara cepat. “Pertumbuhan ekonomi yang baik adalah kunci meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Yendra Fahmi.

3 weeks ago