Berikut Ini Adalah Negara Yang Menjadi Tujuan Ekspor Udang Dan Tuna

Kekayaan alam Indonesia ternyata bukan cuma isapan jempol belaka. Hasil laut Indonesia yang melimpah membuat negara-negara di dunia rajin melaksanakan impor.

Terbukti dari nilai ekspor udang Indonesia raih US$ 1 miliar per tahunnya. Adapun negara target ekspor udang terbesar adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, dan termasuk China.

Di bawah peringkat Indonesia tercatat India senilai USD91,4 juta atau 22,19%, disusul Ekuador senilai USD51,1 juta atau 12,41%. Sedangkan Thailand dan Vietnam tiap-tiap cuma senilai USD44,3 juta atau 10,7% dan USD34,2 juta atau 8,3%. Produk udang yang paling disukai warga AS adalah shrimp warm water peeled frozen. Tren permintaan AS terhadap product perikanan dari Indonesia sesungguhnya sedang terbuka luas. Anda juga dapat melakukan pemesanan ikan-ikan laut pada Produsen Ikan Laut

Peluang product perikanan tidak cuman udang, sebagaimana dilaporkan Atase Perdagangan RI di Washington DC, Made Martihini, termasuk ikan tuna, kepiting hingga product olahan berpotensi tinggi untuk ditingkatkan. Hal itu dapat dipantau dari knowledge ekspor tahun lalu, di mana total ekspor product fish and seafood raih USD1,3 miliar dan total ekspor udang tercatat USD1,1 miliar. Bisakah Indonesia raih peluang tersebut?

Seharusnya dapat bersama dengan lihat fokus kebijakan pemerintah dalam membangun sumber kekuatan maritim sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi. Terlepas dari ekspor udang, AS sebagai negara bersama dengan peringkat ekonomi tertinggi di dunia tercatat sebagai salah satu penyumbang surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap Februari lalu, tidak cuman Belanda, India, Filipina, dan Swiss.

Pertengahan Maret lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) memublikasikan neraca perdagangan membukukan surplus sebesar USD783,3 juta, yang diperoleh dari ekspor nonmigas senilai USD564,3 juta dan ekspor migas senilai USD174,1 juta.

Sementara itu, secara kumulatif surplus neraca perdagangan dalam periode dua bulan (Januari-Februari) terhadap tahun ini raih USD1,48 miliar, di mana sektor pertanian mengalami pertumbuhan sekitar 2,4% bersama dengan product terlaris di antaranya meliputi kopi, teh dan rempah-rempah. Mendengar pangsa pasar product perikanan Indonesia yang terbuka luas di pasar AS, memberi tambahan optimisme tersendiri untuk menjadikan negeri ini sebagai salah satu pengekspor product perikanan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Ketiga negara selanjutnya rajin mengimpor udang dari Indonesia dalam bentuk kupas dan tanpa kepala di mana AS menguasai 40% target ekspor udang Indonesia. Anda pun dapat mendapatkan ikan laut yang bagus dengan mudah segera kunjungi Supplier Ikan Ekspor

“Kalau dari segi volume udang kita paling banyak. Udang kalau ekspor secara volume bentuk potong kepala saja dikupas sesudah itu beku. Atau potong kepala beku sesudah itu ekspornya dalam blok dibungkus karton. Produk olehan udang lain seperti tempura. Dari nilai udang paling besar. Paling besar itu ke Amerika Serikat (AS), ke-2 tetap ke Jepang, ketiga sih China,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo saat berbincang bersama dengan detikFinance di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Sentra penghasil udang di Indonesia tersebar di beragam titik dari barat hingga timur Indonesia. Udang yang diekspor merupakan udang laut dan udang budidaya.

“Di Indonesia banyak, Lampung, sesudah itu Makassar, Kalimantan Timur, termasuk Pulau Jawa udang budidaya. Kalau udang laut terus terang dari Arafura tetap paling banyak,” kata Nilanto.

Ikan Tuna termasuk tidak ketinggalan menjadi komoditas ekspor hasil laut yang dikirim ke negeri seberang. Ikan Tuna yang sebagian besar didapatkan di Indonesia timur sebagian besar dieskpor ke AS dalam bentuk beku.

Nilai ekspor Tuna ke AS dan {beberapa|sebagian|lebih dari satu} negara target lainnya raih US$ 700 juta per tahunnya.

“Mayoritas ke Amerika Serikat (AS) negara target ekspor kita terbesar ke Amerika Serikat. Kita untuk grup tuna beku market sharenya paling gede. Total tuna di atas US$ 700 juta per tahun,” kata Nilanto.

Tidak cuma itu, kepiting dan rajungan termasuk menjadi hasil laut Indonesia yang rajin diekspor ke beragam negara. Kepiting dan rajungan kebanyakan diekspor dalam situasi tanpa cangkang.

Industri pengolahan kepiting dan rajungan di Indonesia termasuk lumayan menjanjikan bersama dengan kekuatan serap tenaga kerja yang lumayan tinggi.

“Kelompok ketiga adalah grup kepiting sama rajungan. Umumnya di-pasteurized sesudah itu didinginkan. Sudah menjadi daging saja, cangkangnya nggak makanya itu menyerap tenaga kerja banyak,” ungkap Nilanto.

Dari aspek volume ekspor hasil laut, rumput laut menjadi juara utama bersama dengan total ekspor lebih dari 1.000 ton per tahun. Rumput laut kebanyakan dieskpor dalam bentuk kering ke beragam negara di dunia.

2 years ago